 |
Foto pre-wedding ala Adam dan Hawa (orange.co.uk) |
"Pernikahan adalah suci, kami harap masyarakat muda menghormatinya."
Membuat foto-foto mesra menjelang pernikahan (pre-wedding) bertema 'Adam dan Hawa' tengah menjadi tren di China. Tapi, euforia ini justru membuat sejumlah kalangan merasa cemas. Banyak pasangan muda yang nekat membuat foto tanpa busana layaknya Adam dan Hawa.
The Shanghai Wedding Trade Association menganggap foto-foto mesra tanpa busana menjelang pernikahan sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi pernikahan yang agung. Mereka mendesak otoritas pemerintah untuk melarang pembuatan foto pre-wedding semacam itu.
"Kami tidak menganjurkan foto-foto pre-wedding yang keluar dari tradisi konservatif masyarakat China," kata Wakil Presiden The Shanghai Wedding Trade Association, He Lina, kepada Shanghai Daily. "Pernikahan adalah suci, kami harap masyarakat muda menghormatinya."
Seperti di Indonessia, pasangan muda di China biasanya membuat foto-foto pre-wedding beberapa bulan sebelum upacara pernikahan. Belakangan, sejumlah studio foto gencar menawarkan paket 'Adam dan Hawa', yang menampilkan foto-foto mesra tanpa busana.
Pengacara ternama di negara itu, Chunquan Liu, mengatakan, pembuatan foto-foto pre-wedding semacam itu tidak menyalahi aturan hukum. Itu adalah hak pribadi. Hanya, mereka yang sengaja menyebarkan foto itu ke ranah publik terancam hukuman tentang pornografi.
Fakta yang terjadi adalah banyak foto-foto pre-wedding tanpa busana lengkap diunggah ke internet. Inilah yang kemudian memancing kontroversi masyarakat setempat. Sementara mereka yang berpose ala Adam dan Hawa mengatakan, itu semata-mata wujud pengungkapan cinta yang mendalam antarpasangan menjelang pernikahan. (pet)
• VIVAnews
Walau sudah bertunangan, mereka baru diperkenankan menikah 10 tahun mendatang
 |
Pertunangan Khalid dan Hana (Gulf News) |
VIVAnews – Pertunangan merupakan bagian dari sebuah peristiwa sakral yang menyatukan dua orang dalam satu ikatan, sebelum menikah. Tapi, bagaimana jika pertunangan itu melibatkan dua bocah yang masih berusia lima dan tiga tahun?
Itu bukan dongeng karena nyata menimpa dua bocah di Suriah. Pertunangan antara anak laki-laki bernama Khalid yang masih berusia lima tahun dan Hala yang masih berusia tiga tahun berlangsung atas persetujuan kedua orangtua.
Pesta pertunangan dua bocah usia taman kanak-kanak ini disiapkan dengan sempurna oleh kedua orangtua masing-masing. Selain mengatur prosesi pertunangan, mereka juga membeli sepasang cincin layaknya pertunangan orang dewasa.
Juma, ayah Khalid, mengatakan, pertunangan itu digelar atas permintaan Khalid dan Hala. Walau sudah bertunangan, mereka baru diperkenankan menikah sekitar 10 tahun mendatang.
"Kami tahu Khalid atau Hala mungkin berubah pikiran di masa depan, tapi pada tahap ini (tunangan) mereka sangat senang dan berbicara satu sama lain setiap hari," kata Juma, seperti dikutip dari laman Gulf News. “Khalid sendiri menunggu sampai ia berusia 15 tahun untuk menikahi Hala."
Khalid bertemu Hala saat tengah berlibur bersama orangtuanya di Lattakia, kawasan pantai Mediterania Suriah. Ia merasa jatuh cinta pada pandangan. Ia tak berhenti memikirkan Hala sepulang berlibur.
Di rumahnya di Homs, kota yang berjarak sekitar 100 kilometer utara Damaskus, ia selalu bermimpi dan menginginkan Hala bersamanya. "Khalid mengatakan kepada saya dan ibunya bahwa dia ingin tinggal dengan Hala dan membawa pulang ke Homs,” kata Juma.
Orangtua menanggapi ini dengan serius. Lalu, mereka menelepon ibu Hala untuk meminta pendapat. "Orangtua Hala berkata bahwa anaknya punya sikap serupa, merasa kesepian. Keluarga Hala sangat senang bila melihat mereka (Khalid dan Hala) bersama," ujar Juma.
Setelah itu, keluarga Khalid kembali ke Lattakia untuk melaksanakan upacara. Khalid adalah seorang anak tunggal. Ia baru lahir setelah orang tuanya menikah selama 20 tahun.
Pernikahan anak di bawah umur selama ini dikecam kelompok hak asasi manusia internasional. Bahkan, PBB telah mengeluarkan rekomendasi kepada setiap negara untuk mengadopsi aturan pernikahan, yakni minimal usia 18 tahun, baik pria dan wanita.
 |
Ellie Barton dan Phil Hendricott (oddee.com) |
Mempelai wanita menutup area intimnya dengan cat tubuh.
VIVAnews - Hampir setiap pasangan memimpikan pesta pernikahan tak terlupakan seumur hidup. Seperti pasangan asal Australia, Ellie Barton dan Phil Hendricott, yang nekat menggelar pernikahan tanpa busana di hadapan 250 kerabat dekatnya.
Seperti dikutip dari laman The Sun, mempelai wanita hanya mengenakan kerudung putih panjang di sanggulnya. Payudara dan organ intimnya hanya tertutup cat tubuh (body paint). Sementara mempelai pria hanya membawa topi untuk menutup organ intimnya.
Pernikahan yang berlangsung Februari 2009 silam itu disiarkan secara live oleh stasiun radio B105 yang menjangkau lebih 1.000 pendengar di Brisbane.
Pasangan berusia 25 tahun itu terlihat sangat antusias dan bahagia. Mereka sama sekali tak menunjukkan rasa malu saat mengucap janji nikah di hadapan 250 tamu undangan yang seluruhnya berpakaian lengkap.
Ellie dan Phil ternyata bukan satu-satunya pasangan yang memilih meninggalkan tuksedo dan gaun pernikahan bertabur kristal untuk menikah. Ada sejumlah pasangan yang juga berusaha menciptakan momen tak terlupakan dengan menggelar pernikahan tanpa busana.
Salah satu tempat paling terkenal dengan upacara pernikahan telanjang adalah Resor Hedonisme III di Runaway Bay, St Ann. Pada perayaan Valentine 2003, sebanyak 29 pasangan tanpa busana mengucap janji di tempat tersebut. Itu menjadi salah satu pesta pernikahan telanjang terbesar.